Setiap bisnis di bidang pangan, sebagus apapun produknya, tetap butuh upaya untuk dikenal orang. Proses meyakinkan calon konsumen membutuhkan aktivitas pemasaran atau marketing.
Aktivitas pemasaran berbeda dengan sales dalam hal berinteraksi dengan konsumen, meski keduanya sama-sama bertujuan mendongkrak penjualan. Sales biasanya mendesak penjualan melalui persuasi, sementara marketing bertujuan mengkomunikasikan nilai produk untuk menarik minat calon konsumen.
Oleh karena itu, tim marketing nantinya akan mengelola aktivitas komunikasi bisnis melalui berbagai saluran agar produk dapat menjangkau massa yang lebih luas. Aktivitas marketing terdiri dari:

- Riset: Melakukan identifikasi nilai produk, kompetisi, dan audiens dalam konteks pangan.
- Strategi: Posisi brand di kompetisi, pesan brand, dan saluran komunikasi audiens yang terfokus pada konsumen pangan.
- Eksekusi: Produksi konten kreatif di setiap saluran yang relevan dengan industri pangan.
- Analisis: Evaluasi hasil aktivitas marketing terhadap penjualan di sektor pangan.
Memahami Tujuan Bisnis
Tim marketing di bidang pangan mengkomunikasi nilai yang terkandung dalam sebuah produk. Nilai bisa berupa citra, kegunaan, harga, yang semuanya telah ada dalam tujuan bisnis perusahaan.
Dari dokumen business goal, tim marketing kemudian membuat marketing strategy atau strategi pemasaran kemudian marketing plan atau perencanaan marketing. Berikut perbedaan ketiganya dalam bisnis pangan:
Business Goal | Marketing Strategy | Marketing Plan | |
Definisi | Dokumen yang menjelaskan seluruh strategi bisnis dan rencana kerja. | Dokumen yang menjelaskan bagaimana bisnis menjangkau pasar, mengkomunikasikan nilai produk, dan meningkatkan penjualan. | Dokumen teknis yang menjelaskan secara rinci tentang kerja marketing, penjadwalan, dan alokasi sumber daya. |
Elemen | Tujuan bisnis, proyeksi keuangan, analisis pasar, analisis persaingan, dan perencanaan strategis. | Analisis target pasar, posisi brand, dan pembeda dalam kompetisi. | Jenis kampanye, anggaran, timeline, saluran, dan metrik kesuksesan. |
Tujuan | Untuk memandu seluruh pelaksanaan strategi bisnis mulai dari produk, operasional, SDM, hingga marketing. | Sebagai kerangka acuan dalam merancang dan mengekseskusi aktivitas marketing. | Sebagai panduan implementasi strategi marketing. |
- Business Goal: Menambah jumlah pelanggan sebanyak 20% dalam satu tahun dengan fokus pada penawaran produk pangan yang inovatif.
- Marketing Strategy: Fokus pada inovasi produk dan promosi yang menarik.
- Marketing Plan: Rincian kegiatan promosi, termasuk sampling produk gratis dan kemitraan dengan influencer kuliner.
Di level strategi, penting bagi tim marketing untuk menemukan bagaimana relasi antara produk dan target pasar. Tentu kita tidak bisa menjangkau semua target pasar yang ada, begitu juga dengan persaingan ketat berisi pemain besar. Tim marketing harus benar-benar fokus dalam merancang strategi.
Untuk menemukan fokus yang tepat, kita bisa menggunakan metode Segmentation, Targeting and Positioning (STP) seperti berikut:

Nantinya, bisnis pangan pesantren akan bisa menemukan segmentasi target pasar yang lebih fokus. Misalnya seperti berikut:
- Segmentasi: Memisahkan pasar menjadi segmen berdasarkan karakteristik demografis dan preferensi diet (vegan, gluten-free).
- Targeting: Memilih segmen yang ingin ditargetkan, misalnya kelompok wisatawan yang suka dengan makanan setempat.
- Positioning: Menonjolkan produk sebagai pilihan utama dengan menekankan pada kualitas atau keunikan produk.
STP hanya memberi kita fokus yang tepat. Calon konsumen dari segmen tersebut tidak langsung membeli produk kita. Perlu ada proses untuk membentuk keyakinan hingga menjadikan sebuah produk sebagai pilihan ketika dibutuhkan.
Aktivitas pemasaran harus menyesuaikan dengan tahapan keyakinan konsumen terhadap produk kita. Di dalam marketing, terdapat konsep Marketing Funnel atau Saluran Pemasaran yang menjelaskan hubungan calon konsumen dari perkenalan awal sampai menjadi pelanggan setia.

- Awareness: Memperkenalkan produk kepada target konsumen untuk meningkatkan kesadaran tentang produk pangan.
- Consideration: Mendorong target konsumen untuk tertarik dan mempertimbangkan untuk membeli produk kita.
- Conversion: Konsumen melakukan pembelian produk.
- Retention: Konsumen melakukan pembelian ulang pada produk kita.
Kita kemudian perlu merinci bagaimana segmentasi pasar kita bergerak di setiap tahapan marketing funnel yang ada. Bisnis kerap menggunakan buyer journey map atau peta perjalanan pembeli. Perhatikan Buyer Journey Map di bidang bisnis pangan melalui gambar berikut:
.jpg)
Dari kiri ke kanan adalah tahapan seseorang berpikir sampai menjadi konsumen loyal. Dalam berpindah dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, seseorang perlu benar-benar yakin. Tugas pemasaran adalah memastikan perjalanan menjadi konsumen loyal tidak terputus di satu tahapan.
Aktivitas pemasaran nantinya berisi proses merancang konten komunikasi sesuai dengan buyer journey map yang ada. Sebuah bisnis harus bisa mengkomunikasikan ke setiap orang dengan tahapannya masing-masing. Namun proses komunikasi tidak bisa satu demi satu. Jumlah konsumen ada banyak dengan beragam latar belakang membutuhkan strategi prioritas.
Rencana Marketing
Pemasaran berisi serangkaian aktivitas mengkomunikasikan produk melalui jalur yang bisa dilihat oleh calon konsumen. Aktivitas pemasaran harus hadir di setiap aktivitas keseharian mereka.
Aktivitas keseharian manusia adalah dunia nyata dan dunia maya, sehingga kategori marketing terbagi 2 yakni online marketing dan offline marketing. Keduanya hanya berbeda medium pengantar pesannya.
Baik online dan offline marketing memiliki aktivitas spesifik. Misalnya online marketing terdiri dari konten media sosial, iklan digital, dan pemberitaan. Kemudian offline marketing mencangkup event, komunitas, sponsorship, banner/baliho/spanduk. Kita lebih baik fokus ke masing-masing jenis aktivitas karena memiliki konsekuensi kerja yang berbeda.

- Media Sosial: Rutin mengunggah konten di media sosial milik brand.
- Event: Membuat acara kegiatan, membuka stand di suatu kesempatan, iklan baris, dan pemasangan perangkat pemasaran di pusat keramaian.
- Sponsorship: Membeli porsi di sebuah acara agar logo terlihat di keramaian.
- Komunitas: Membuat grup WhatsApp untuk menjaga diskusi antara pembeli loyal, atau menyelenggarakan acara.
- Banner, Baliho, dan Spanduk: Memasang peranti promosi fisik di tempat keramaian.
- Pemberitaan: Hadir di pemberitaan untuk memperluas keterkenalan.
Sebelum berbicara metode yang mana, kita perlu mendefenisikan banyak hal dalam rencana pemasaran kita. Kita harus kembali merujuk marketing funnel, lalu mengaitkannya dengan proses komunikasi. Biasanya dokumen ini juga disertai anggaran sesuai dengan alokasi marketing perusahaan.
FUNNEL | KOMUNIKASI | PROGRAM | BIAYA |
Awareness | Pengetahuan soal pangan. | Konten Media Sosial, Banner, | 5 jt |
Consideration | Keunggulan produk. | Retargeting Ads, Menyelenggarakan Event | 5 jt |
Conversion | 5 jt | ||
Retention | Promosi | Diskon, Ads konten tentang diskon | 5 jt |
Menentukan Tujuan Bisnis Pangan dengan SMART Goals
Pemasaran tanpa tujuan hanya akan melelahkan tanpa membuahkan hasil. Kita dapat menggunakan pendekatan SMART dalam menjabarkan tujuan pemasaran. Berikut penjelasannya:
- Specific: Meningkatkan jumlah pengunjung website produk pangan sebanyak 25%.
- Measurable: CTR iklan produk pangan meningkat 50% dalam waktu 3 bulan.
- Achievable: Tim pemasaran memiliki strategi media sosial yang solid, namun memerlukan tambahan ahli untuk meningkatkan visibilitas online.
- Relevant: Meningkatkan visibilitas online akan memperluas jangkauan pasar dan potensi peningkatan penjualan.
- Time-bound: Tujuan harus tercapai paling lambat Juni 2024.
Dengan fokus yang tepat, bisnis pangan dapat mencapai target pasar yang efektif dan mengoptimalkan penjualan. Setiap tahapan dalam buyer journey map harus diidentifikasi dan dikomunikasikan dengan jelas untuk memastikan perjalanan menjadi konsumen loyal tidak terputus di satu tahapan.
Menentukan Tujuan dengan SMART Goals dalam Bisnis Laundry
Pemasaran tanpa tujuan hanya akan melelahkan tanpa membuahkan hasil. Kita dapat menggunakan pendekatan SMART dalam menjabarkan tujuan pemasaran. Implementasi metode SMART di bisnis laundry dapat dilakukan seperti berikut:
- Specific: Meningkatkan jumlah pelanggan online sebanyak 20%.
- Measurable: Tingkat kepuasan pelanggan meningkat 40% dalam waktu 6 bulan.
- Achievable: Tim pemasaran memiliki kapasitas untuk mengimplementasikan strategi promosi dan layanan pelanggan yang efektif.
- Relevant: Peningkatan pelanggan dan kepuasan berkontribusi langsung pada peningkatan pendapatan.
- Time-bound: Tujuan tersebut harus tercapai paling lambat Desember 2024.