Produk pertanian pesantren yang segar dan sehat harus benar-benar dapat dirasakan oleh calon konsumen dalam sekilas. Calon konsumen akan membangun cerita tentang produk Anda dari awal perkenalan, penggunaan, hingga selesai mengonsumsinya.

Strategi brand yang efektif tidak hanya membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen tetapi juga menambah nilai pada produk Anda. Konsumen saat ini semakin peduli dengan asal-usul makanan mereka, metode pertanian yang digunakan, dan dampak lingkungan dari produk yang mereka konsumsi. Dengan memiliki brand yang kuat, bisnis bisa tetap hidup. Mengembangkan brand dan produk memiliki perbedaan.

PerbedaanProdukBrand
DefinisiBarang atau jasa yang dijual di pasar
Contoh: buah
Makna yang membedakan arti sebuah produk dengan produk lain di pasar
Contoh: merk/logo pada makanan (Pertanian Organik A)
TujuanKebutuhan / FungsiKeinginan / Nilai atau Emosi
KeunikanDapat diduplikasiTidak dapat diduplikasi
Dimaknai olehPabrikKonsumen
PenggantiBisa digantikanTak tergantikan
WujudBerwujud dan tak berwujudTak berwujud
Jangka WaktuBerkembang seiring fungsi produkMenjadi cerita yang terus hidup

Apa Saja yang Ada dalam Brand?

Konsumen akan menilai sebuah produk sejak sebelum mereka menggunakannya. Penilaiannya sama seperti melihat orang: seperti apa perilakunya, bentuk fisiknya, dan pikirannya. Dalam menyusun brand, kita sama seperti melahirkan anak namun dengan perangai yang bisa kita sesuaikan.

Berikut elemen-elemen yang ada dalam brand.

  • Personality: Ini mencerminkan nilai dan etos dari bisnis pertanian Anda. Apakah fokus Anda pada keberlanjutan, kualitas, atau tradisi keluarga? Personality ini akan membantu menentukan nada komunikasi Anda dan bagaimana Anda ingin dilihat oleh konsumen.
  • Elemen Visual: Ini meliputi logo, skema warna, desain kemasan, dan materi promosi lainnya. Elemen-elemen ini harus mencerminkan personality brand Anda dan menarik bagi target pasar Anda. Misalnya, penggunaan warna hijau dan coklat dapat menekankan pada kealamian dan keberlanjutan produk pertanian Anda.
  • Pesan: Pesan brand Anda harus jelas mengartikulasikan apa yang membuat produk pertanian Anda unik. Ini bisa jadi kualitas produk, metode bertani yang ramah lingkungan, atau keterikatan produk dengan komunitas lokal. Pesan ini harus konsisten di semua titik sentuh dengan konsumen.
  • Konten: Konten marketing Anda bisa termasuk cerita tentang petani, proses pertanian, manfaat kesehatan dari produk Anda, dan cara menggunakan produk dalam resep. Ini adalah kesempatan untuk mendidik dan terhubung dengan konsumen, serta membangun brand Anda sebagai pemimpin pemikiran dalam industri.

    Proses Perancangan Brand

    Interaksi konsumen dengan produk yang mereka pakai seperti sebuah cerita. Narasinya tidak hanya berhenti di deskripsi soal produk, namun pengalaman yang tersaji selama mengenal brand sampai mengonsumsinya.

    Untuk mencari kesan yang dapat membantu brand dekat dengan konsumen, bisnis kerap menggunakan konsep VBBP sebagai berikut:

    VBBP adalah singkatan dari Vision, Brand Essence, Benefit, Proof, and Personality. Framework ini merupakan alat yang bermanfaat untuk menyusun branding produk pangan yang kuat dan efektif. VBBP membantu Anda untuk mendefinisikan inti dari merek Anda, apa yang ditawarkannya kepada konsumen, dan mengapa konsumen harus memilihnya.

    • Vision: Pernyataan yang menggambarkan apa yang ingin dicapai merek Anda di masa depan.
    • Brand Essence: Inti dari merek Anda, apa yang membuatnya unik dan berbeda dari pesaing.
    • Benefit: Keuntungan nyata yang ditawarkan produk Anda kepada konsumen.
    • Proof: Bukti yang mendukung klaim Anda tentang manfaat produk Anda.
    • Personality: Kepribadian merek Anda, bagaimana Anda ingin merek Anda dipersepsikan oleh konsumen.
    • Consumer Value: Nilai yang ditawarkan produk Anda kepada konsumen, mengapa mereka harus memilihnya daripada produk lain.
    • Segmen: Kelompok konsumen yang paling mungkin tertarik dengan produk Anda.

    Misalkan Anda ingin meluncurkan merek apel baru. Berikut adalah contoh bagaimana Anda dapat menggunakan VBBP framework untuk menyusun branding Anda:

    • Vision: Menjadi merek apel terdepan di Indonesia, dengan komitmen terhadap rasa, kualitas, dan keberlanjutan.
    • Brand Essence: Segar, lezat, dan bergizi.
    • Functional Benefit: Apel yang renyah dan manis, Kaya vitamin dan mineral, Ditanam dengan metode berkelanjutan, Bebas pestisida dan bahan kimia berbahaya, Mendukung petani lokal
    • Reason to Believe: Gunakan varietas apel terbaik, Ditanam di tanah yang subur, Dipanen pada puncak kematangan, Diproses dan dikemas dengan standar kualitas tinggi
    • Emotional Benefit: Alami dan otentik, Sehat dan aktif, bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, mendukung komunitas lokal
    • Consumer Value: Memberikan rasa apel yang lezat dan menyegarkan, menawarkan manfaat kesehatan yang nyata, memberikan pilihan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, dan mendukung ekonomi lokal
    • Segmen: Konsumen yang sadar kesehatan, keluarga dengan anak-anak pecinta kuliner, konsumen yang peduli lingkungan, pendukung petani lokal.

      Elemen Visual

      Calon konsumen berkenalan pertama kali dengan sebuah roduk atau layanan bisnis melalui brand atau merek. Di tahap awal perkenalan ini, calon konsumen belum merasakan langsung produknya. Ia akan mendefinisikan sendiri bagaimana kualitas produk dari sekadar melihat.

      Visual atau obyek yang dapat terlihat dari penampakan awal adalah cara calon konsumen mengenali brand.

      1. Logo: Merek yang baik memiliki penampakan yang berbeda. Elemen visual brand membantu untuk perkenalan bahkan sampai memiliki nilai jual tersendiri.
      2. Warna: Fungsi warna tidak hanya dalam logo, namun juga tersemat dalam berbagai marketing kit seperti brosur, baliho, banner, hingga website. Penggunaan warna yang tepat dapat memudahkan keterkenalan brand. Untuk itu gunakan warna brand yang konsisten.
      3. Ikon: Brand akan banyak menggunakan ilustrasi untuk mempercantik visual. Gunakan ikon yang relevan dengan bidang usaha.

        Di Mana Saja Strategi Brand Akan Digunakan?

        Makna dan elemen visual dari sebuah brand tetap perlu dikomunikasikan secara konsisten. Strategi brand akan digunakan dalam hampir semua aspek bisnis pangan Anda, termasuk:

        • Pemasaran dan Promosi: Setiap materi promosi, dari brosur hingga iklan online, harus konsisten dengan strategi brand Anda, menampilkan elemen visual dan pesan yang telah ditentukan.
        • Kemasan Produk: Kemasan adalah salah satu aspek paling penting dari strategi brand dalam bisnis pertanian. Kemasan yang menarik dan informatif dapat membantu produk Anda menonjol di rak.
        • Pengalaman Pelanggan: Dari website hingga interaksi langsung di pasar petani atau kunjungan ke pertanian, setiap pengalaman harus mencerminkan brand Anda.
        • Media Sosial dan Konten Online: Media sosial dan blog adalah alat yang kuat untuk berbagi cerita dan informasi yang mendukung pesan brand Anda. Konten harus dirancang untuk menarik dan melibatkan target pasar Anda.

        Dalam bisnis pertanian, mengkomunikasikan kualitas, keberlanjutan, dan nilai-nilai etis dari produk Anda sangat penting. Strategi brand yang kuat dan konsisten dapat membantu Anda membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen dan memastikan kesuksesan bisnis Anda dalam pasar yang kompetitif.