Pertanian pesantren Anda telah menghasilkan produk yang segar dan berkualitas. Tapi jika tidak ada yang tahu, siapa yang akan membelinya? Bisnis perlu menunjukkan bahwa mereka memiliki produk yang siap dibeli.

Tapi prosesnya tidak hanya sekadar pemberitahuan. Bisnis perlu mengkomunikasikan nilai produk kepada calon konsumen dan membuatnya yakin untuk membeli. Proses komunikasi ini akan terlaksana lewat aktvitias pemasaran atau marketing.

Tim marketing dalam bisnis produk pertanian akan mengelola aktivitas komunikasi bisnis melalui berbagai saluran agar produk dapat menjangkau massa yang lebih luas. Aktivitas marketing meliputi:

  1. Riset: Mengidentifikasi nilai produk, memahami kompetisi, dan mengenal audiens di sektor pertanian.
  2. Strategi: Menentukan posisi brand dalam kompetisi, menyusun pesan brand, dan memilih saluran komunikasi yang tepat untuk audiens.
  3. Eksekusi: Menghasilkan konten kreatif yang disesuaikan untuk setiap saluran yang dipilih.
  4. Analisis: Menilai efektivitas aktivitas marketing dalam meningkatkan penjualan.

Tim marketing di bidang produk pertanian mengkomunikasi nilai yang terkandung dalam produk mereka. Nilai tersebut bisa berupa ramah lingkungan, kesehatan, atau harga, yang semuanya telah ada dalam tujuan bisnis perusahaan.

Dari dokumen business goal, tim marketing kemudian membuat marketing strategy atau strategi pemasaran dan marketing plan atau perencanaan marketing. Berikut perbedaan ketiganya dalam bisnis produk pertanian:

Business GoalMarketing StrategyMarketing Plan
DefinisiDokumen yang menjelaskan seluruh strategi bisnis dan rencana kerja.Dokumen yang menjelaskan bagaimana bisnis menjangkau pasar, mengkomunikasikan nilai produk, dan meningkatkan penjualan.Dokumen teknis yang menjelaskan secara rinci tentang kerja marketing, penjadwalan, dan alokasi sumber daya.
ElemenTujuan bisnis, proyeksi keuangan, analisis pasar, analisis persaingan, dan perencanaan strategis.Analisis target pasar, posisi brand, dan pembeda dalam kompetisi.Jenis kampanye, anggaran, timeline, saluran, dan metrik kesuksesan.
TujuanUntuk memandu seluruh pelaksanaan strategi bisnis mulai dari produk, operasional, SDM, hingga marketing.Sebagai kerangka acuan dalam merancang dan mengekseskusi aktivitas marketing.Sebagai panduan implementasi strategi marketing.
    • Business Goal: Misalnya, meningkatkan jumlah pelanggan sebanyak 25% dalam satu tahun dengan fokus pada penawaran produk organik.
    • Marketing Strategy: Fokus pada keberlanjutan dan kesehatan produk.
    • Marketing Plan: Detail kegiatan promosi, termasuk pasar tani dan kolaborasi dengan toko makanan kesehatan.

    Di level strategi, penting bagi tim marketing untuk menemukan bagaimana relasi antara produk dan target pasar. Tentu kita tidak bisa menjangkau semua target pasar yang ada, begitu juga dengan persaingan ketat berisi pemain besar. Tim marketing harus benar-benar fokus dalam merancang strategi.

    Untuk menemukan fokus yang tepat, kita bisa menggunakan metode Segmentation, Targeting and Positioning (STP) seperti berikut:

    Nantinya, bisnis pertanian pesantren akan bisa menemukan segmentasi target pasar yang lebih fokus. Misalnya seperti berikut:

    • Segmentasi: Memisahkan pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil berdasarkan karakteristik tertentu, seperti usia, gaya hidup, preferensi makanan, dan kesadaran lingkungan.
    • Targeting: Memilih satu atau beberapa segmen pasar yang akan dituju dengan strategi marketing Anda.
    • Positioning: Menempatkan produk Anda sebagai pilihan utama dengan menonjolkan keunggulan seperti keberlanjutan, kebersihan, dan manfaat kesehatan.

    STP hanya memberi kita fokus yang tepat. Calon konsumen dari segmen tersebut tidak langsung membeli produk kita. Perlu ada proses untuk membentuk keyakinan hingga menjadikan sebuah produk sebagai pilihan ketika dibutuhkan.

    Aktivitas pemasaran harus menyesuaikan dengan tahapan keyakinan konsumen terhadap produk kita. Di dalam marketing, terdapat konsep Marketing Funnel atau Saluran Pemasaran yang menjelaskan hubungan calon konsumen dari perkenalan awal sampai menjadi pelanggan setia.

    • Awareness: Memperkenalkan produk kepada target konsumen untuk meningkatkan kesadaran tentang produk pangan.
    • Consideration: Mendorong target konsumen untuk tertarik dan mempertimbangkan untuk membeli produk kita.
    • Conversion: Konsumen melakukan pembelian produk.
    • Retention: Konsumen melakukan pembelian ulang pada produk kita.

    Kita kemudian perlu merinci bagaimana segmentasi pasar kita bergerak di setiap tahapan marketing funnel yang ada. Bisnis kerap menggunakan buyer journey map atau peta perjalanan pembeli. Perhatikan Buyer Journey Map di bidang bisnis pangan melalui gambar berikut:

    • User menemukan informasi tentang produk melalui media sosial atau pasar tani.
    • User membandingkan produk berdasarkan keberlanjutan dan manfaat kesehatan.
    • User memilih produk kita berdasarkan kepercayaan terhadap nilai yang kami tawarkan.

    Dari kiri ke kanan adalah tahapan seseorang berpikir sampai menjadi konsumen loyal. Dalam berpindah dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, seseorang perlu benar-benar yakin. Tugas pemasaran adalah memastikan perjalanan menjadi konsumen loyal tidak terputus di satu tahapan.

    Aktivitas pemasaran nantinya berisi proses merancang konten komunikasi sesuai dengan buyer journey map yang ada. Sebuah bisnis harus bisa mengkomunikasikan ke setiap orang dengan tahapannya masing-masing. Namun proses komunikasi tidak bisa satu demi satu. Jumlah konsumen ada banyak dengan beragam latar belakang membutuhkan strategi prioritas.

    Rencana Marketing

    Pemasaran berisi serangkaian aktivitas mengkomunikasikan produk melalui jalur yang bisa dilihat oleh calon konsumen. Aktivitas pemasaran harus hadir di setiap aktivitas keseharian mereka.

    Aktivitas keseharian manusia adalah dunia nyata dan dunia maya, sehingga kategori marketing terbagi 2 yakni online marketing dan offline marketing. Keduanya hanya berbeda medium pengantar pesannya.

    Baik online dan offline marketing memiliki aktivitas spesifik. Misalnya online marketing terdiri dari konten media sosial, iklan digital, dan pemberitaan. Kemudian offline marketing mencangkup event, komunitas, sponsorship, banner/baliho/spanduk. Kita lebih baik fokus ke masing-masing jenis aktivitas karena memiliki konsekuensi kerja yang berbeda.

    1. Media Sosial: Rutin mengunggah konten di media sosial milik brand.
    2. Event: Membuat kegiatan di pasar tani.
    3. Sponsorship: Membeli porsi di sebuah acara agar logo terlihat di keramaian.
    4. Komunitas: Mengumpulkan kontak para petani, lalu mengumpulkannya di grup WhatsApp
    5. Banner, Baliho, dan Spanduk: Memasang peranti promosi fisik di tempat keramaian.
    6. Pemberitaan: Hadir di pemberitaan untuk memperluas keterkenalan.

    Sebelum berbicara metode yang mana, kita perlu mendefenisikan banyak hal dalam rencana pemasaran kita. Kita harus kembali merujuk marketing funnel, lalu mengaitkannya dengan proses komunikasi. Biasanya dokumen ini juga disertai anggaran sesuai dengan alokasi marketing perusahaan.

    FUNNELKOMUNIKASIPROGRAMBIAYA
    AwarenessPengetahuan soal pangan.Konten Media Sosial, Banner,5 jt
    ConsiderationKeunggulan produk.Retargeting Ads, Menyelenggarakan Event5 jt
    Conversion5 jt
    RetentionPromosiDiskon, Ads konten tentang diskon5 jt

    Menentukan Tujuan dengan SMART Goals dalam Bisnis Produk Pertanian

    Pemasaran tanpa tujuan hanya akan melelahkan tanpa membuahkan hasil. Kita dapat menggunakan pendekatan SMART dalam menjabarkan tujuan pemasaran. Implementasi metode SMART di bisnis produk pertanian dapat dilakukan seperti berikut:

    1. Specific: Meningkatkan jumlah pelanggan online sebanyak 30% yang tertarik pada produk organik.
    2. Measurable: Tingkat kesadaran tentang produk organik meningkat 50% dalam waktu 6 bulan.
    3. Achievable: Tim pemasaran memiliki kapasitas untuk mengimplementasikan strategi promosi dan pendidikan konsumen yang efektif.
    4. Relevant: Peningkatan kesadaran dan penjualan berkontribusi langsung pada keberlanjutan dan profitabilitas.
    5. Time-bound: Tujuan tersebut harus tercapai paling lambat Desember 2024.